Rabu, 01 September 2010

menunggu terdiam dan melihat dirinya tak tersenyum untuk ku

takkan pernah mengerti mengapa dia tidak tersenyum di awal padaku. menunggu dia terjatuh lebih lambat dan aku bisa memulai semua lagi. dia tidak pernah menjelaskan padaku tentang itu. seolah hanya temannya sang penyinar yang tahu kapan dia akan pergi. 

sedih awalnya kulihat muka muka sumringah berubah menjadi muka muka yang belum pernah kulihat sebelumnya. pernah ku merasakan itu,hingga ku hanya bisa terdiam dan berserah. 

penuh keluhan memang, tetapi dia tak sejahat itu padaku. lambat laun dia mulai beranjak dari balok raksasa tempatku berada. 

ternyata dia hanya berkunjung dan ingin melihat semua air muka... 
muka senyum 
muka bahagia 
muka sumringah 
muka tak sabar 
muka khawatir 
muka kesal 
muka pasrah 
muka tak tahu 
muka datar 
muka meringis 
muka tertekuk 
muka santai 

aku melihat bersama dia yang datang dan akhirnya pergi tanpaku 
meraih sebuah keramaian setelah dia pergi 
duduk dan terdiam lagi 
namun ada senyum kecil ku lihat di semua muka 
 -untukmu hujan-    

Sunday, May 31, 2009 at 12:57pm




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar